.: Petualang Kehidupan :.

Hidup ibarat berpetualang, memerlukan bekal yang cukup untuk mencapai tujuan. Jika surga tujuanmu, sudah cukupkah bekal yang kau siapkan??

Betapa Merepotkannya Kunjungan Presiden

Presiden adalah orang nomor satu di Republik Indonesia, makanya sering juga dsebut dengan RI-1. Karena nomor satu, maka pengamanannya, kenyamanannya, fasilitasnya, dan segala hal yang berhubungan dengannya juga harus nomor satu.

Luasnya negara kita membuat Presiden harus sering berkunjung ke berbagai daerah dengan jarak lokasi yang cukup jauh. Juga harus kita akui bahwa tidak semua kondisi wilayah Indonesia seperti di Pulau Jawa. Tidak semua kondisi yang di Pulau Jawa seperti di  Jakarta.

Maka kunjungan Presiden menuntut daerah yang dituju agar kondisinya mendekati standar seperti di Jakarta, atau minimal seperti di Jawa. Standar keamanan, kenyamanan, dan berbaga fasilitas lainnya. Tentu hal ini akan membuat repot banyak pihak.

Lebih-lebih, Pak Jokowi -presiden kita yang sekarang- sangat suka blusukan. Tiba-tiba ingin mengubah jadwal, tiba-tiba ingin mengunjungi lokasi yang sebelumnya tidak direncanakan. Dalam bayangan saya, Protokoler Kepresidenan dan juga Paspampres adalah pihak yang paling kuwalahan. Hal ini bisa kita saksikan ketika Youtuber diajak Presiden mengikuti kunjungan kerja ke daerah.

Saya jadi ingat ada anekdot seperti ini , kalau atasan yang mengubah jadwal itu namanya INISIATIF, tapi kalau bawahan itu namanya TIDAK KONSISTEN. Ya, Pak Jokowi memang sangat inisiatif. Yang namanya Presiden ya bebas dong. Masak presiden diatur protokoler? Yang presiden situ atau saya ?

Memang risikonya bakal banyak pihak yang klabakan, banyak yang terepotkan. Ada juga yang merasa di-PHP karena dijadwalkan akan dikunjungi ternyata ga jadi padahal persiapan sudah setengah mati. Namun kita juga harus fair, tetap ada baiknya. Contohnya, jalanan yang tidak dilewati presiden pun tetap diperbaiki, mengantisipasi kalau Pak Jokowi mau blusukan. Di balik ketidakpastian, ada banyak kesiapan.

Presiden Jokowi janjalan ke Mall *sumber : google

**

Nah, kali ini saya akan membahas repotnya kawan-kawan PLN ketika ada kunjungan Presiden.

Ketika mendapatkan kabar akan adanya kunjungan Presiden, semua bersiap. Polisi dan Tentara siaga untuk keamanan di lokasi-lokasi yang akan dikunjungi Presiden : Bandara, Hotel, Tempat pertemuan, Rumah Makan, dll. Begitu juga PLN, mereka siaga mengamankan pasokan Listrik di tempat-tempat tersebut.

Biasanya,untuk lokasi acara maupun di VVIP Bandara, supply listrik yang utama menggunakan Genset, listrik PLN sebagai backup. Mengapa? Agar lebih terisolir sehingga meminimalisir adanya gangguan eksternal yang mengakibatkan padam jika menggunakan listrik PLN sebagai supply utama. Permintaan Paspampres begitu katanya. Maka, jika tidak ada Genset, PLN menyewa Genset juga memastikan instalasi listriknya aman.

Sebelum kedatangan Presiden, PLN juga melakukan simulasi memindah supply listrik dari Genset ke PLN maupun sebaliknya, untuk mengantisipasi jika listrik dari Genset padam. Waktu untuk switch tersebut diusahakan sesingkat mungkin, dalam sekian detik harus sudah menyala. Lebih baik lagi jika menggunakan ATS (automatic transfer switch), perpindahan supply listrik bakal mulus tidak terasa. Cerita dari senior, Jaman Pak Harto dulu pernah perpindahannya terasa, listrik kedip. Pak Harto hanya senyum. Dan besoknya GM PLN disitu diganti. *antara pengin ketawa dan kasihan.

Ketika Presiden sudah datang, orang-orang PLN jaga Genset. Juga berjaga dengan penuh siaga di Gardu Induk dan titik lokasi yang harus stand by apabila ada tiba-tiba gangguan. Oiya, mereka berjaga sambil berdoa agar listriknya aman tidak padam.

Dengan persiapan dan kesiapan yang begitu ekstra, apabila memang sampai terjadi padam, bagaimanapun alasannya, pihak yang disalahkan sudah pasti PLN.

Pernah suatu ketika dan di suatu daerah, Gara-gara listrik yang padam, hotel tempat rencana Presiden menginap diubah. Dan keputusan itu diambil pada saat Presiden perjalanan dari Bandara ke kota. Bisa dibayangkan, bagaimana polisi dan tentara pontang panting mengamankan hotel yang baru. Maka, PLN sangat pantas untuk diinvestigasi, adakah unsur sabotase? Setelah diinvestigasi, dugaan itu tidak terbukti. Murni gangguan teknis.

Maka, setelah selesai kunjungan tersebut, pasti banyak yang merasa lega. Bersyukur Pak Presiden sudah pulang. Saya rasa tidak hanya orang PLN, tetapi juga Pak Polisi dan Tentara. Dan jika selama kunjungan Presiden kondisinya aman tidak ada gangguan, mereka layak diberikan apresiasi, minimal ucapan selamat.

Pernah juga, saya mendapatkan cerita dari senior. Suatu ketika, Pak Harto akan mengunjungi proyek PLN di luar jawa dan dijadwalkan akan singgah sebentar bangunan milik PLN. Bahkan, untuk mengisi air kamar mandi menggunakan Aqua Galon. Biar higienis. Whaat? Sampe segitunya??

Menurut saya, repotnya banyak pihak karena Kunjungan Presiden adalah hal yang wajar. Presiden di Indoneisa adalah “barang mahal”. Untuk memilihnya, negara mengalokasikan 7,9 triliyun alias 7.900 miliyar. Itu belum termasuk uang kampanye dari tingkat RT sampai tingkat nasional. Juga belum termasuk biaya non material yang harus dibayar (sampai sekarang masih sering bertengkar kubu  P dan kubu J). Terhadap “barang mahal” kita harus siap direpoti.

Di Indonesia, Presiden tidak hanya kepala pemerintah tetapi juga kepala negara. Menghormati Presiden bagian dari menghormati negara. Bagi orang Indonesia, repot seperti apa menjadi tidak ada artinya jika dalam rangka menghormati negara

Dan terakhir, PLN pun sering membuat repot banyak orang kalau pas ada pemadaman. Sekali kali tak apa lah repot karena ada kunjungan Presiden. Lagian pun, serepot-repotnya PLN memikirkan Presiden tetap lebih repot Pak Presiden yang memikirkan Negara ini. Urusan negara ini lebih rumit daripada urusan Presiden, meskipun keduanya sama-sama rumit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on 14 Desember 2017 by in PLN, sepotong episode.
%d blogger menyukai ini: